Headlines News :
Home » , » Cerita raja yang baik hati dan raja yang jahat hati

Cerita raja yang baik hati dan raja yang jahat hati

Written By Unknown on Jumat, 07 Juni 2013 | 00.33


Berbaik sangkalah kepada Allah, mungkin itu tema yang tepat untuk cerita berikut ini. Mengisahkan seorang raja yang alim lagi baik hati dan seorang raja yang lalim lagi tidak mempedulikan nasib rakyatnya. Semoga pelajaran didalmnya dapat kita ambil dan manfaatkan.Jaman dahulu kala, terdapat dua buah kerajaan yang memiliki daerah kepemimpinan luas dan mempunyai kesejahteraan yang baik. Kerajaan pertama dipimping oleh seorang raja yang alim, beliau membiasakan dirinya untuk mendekatkan diri dengan Allah dan melakukan banyak sekali kebaikan, sikapnya yang baik lagi penyanyang pada rakyatnya membuat beliau dikagumi dan disanjung. Kerajaan yang kedua dipimping oleh seorang raja yang lalim, beliau mempunyai sifat serakah dan sering melakukan kedzoliman di wilayah kerajaannya. Banyak penduduk yang dirampas hartanya dan dianiaya. Raja ini sering membuat onar dan tidak memperdulikan Tuhannya.
Pada suatu ketika, terdapat wabah penyakit langka yang menyerang dua kerajaan tersebut, dan tanpa diduga kedua raja tersebut sama-sama terserang penyakit yang langka itu. Setelah dikonsultasikan dengan ahli medis masing-masing kerajaan, diketahui bahwa penyakit tersebut hanya bisa disembuhkan dengan memakan ikan. Raja yang lalim lagi jahat yang mendengar saran ahli medisnya itu langsung menyuruh kurir untuk mencari dipelabuhan berapapun harganya untuk ikan yang dimaksud, namun sang kurir mengeluhkan karena ikan tersebut tidak mungkin ada pada musim saat itu di wilayah kerajaan raja jahat tersebut. Namun karena itu perintah, sang kurir mulai berkelana menuju pelabuhan. Sesampainya di pelabuhan sang kurir kaget dan tercengang, karena ikan yang tidak seharusnya ada tersebut langsung ditemukan dengan mudah!. Dengan segera kurir itu membawanya ke raja yang jahat dan raja jahat itupun langsung sembuh dari sakitnya.
Disisi lain, sang raja alim yang baik hatinya juga menyuruh seorang kurir untuk mencari di pelabuhan tentang ikan yang dimaksud, kali ini sang kurir dengan enteng mengatakan bahwa ikan tersebut sangat mudah dicari di pelabuhan, karena sedang musimnya diwilayah kerajaan tersebut. Namun tanpa diduga, kurir itu telah mencari setengah mati namun tidak ada yang menjual, padahal saat itu seharusnya ikan yang dimaksud sangat melimpah pada tahun-tahun sebelumnya. Akhirnya raja yang alim tersebut tidak tertolong dan meninggal dunia.
Melihat hal yang kurang pas tersebut, dengan memberanikan dirinya, seorang malaikat bertanya kepada Allah :
Wahai Tuhanku mengapa Engkau mentakdirkan kematian kepada Raja yang baik hati Namun Engkau biarkan hidup Raja yang Zholim kpd rakyat nya?” kata si malaikat.
Allahpun menjawabnya
Wahai malaikatKu, Aku mentakdirkan Raja yg baik hati itu meninggal krn dia pernah melakukan suatu dosa pada suatu hari, Aku ingin dia menghadap Ku tanpa membawa Dosa tersebut. maka Aku langsung balas dosanya di dunia. Sedangkan Raja yg jahat itu suatu ketika pernah berbuat kebaikan, maka Aku balas kebaikannya langsung di dunia sehingga ketika dia menghadapKu nanti tidak ada amal kebaika nya barang sedikit pun dan Aku pun tidak ragu-ragu memasukan nya ke dalam Neraka.
Mendengar penjelasan tersebut, malaikat itu baru mengerti apa maksud dari Tuhannya, malaikat itupun berseru
Maha Suci Engaku Wahai Tuhanku, Engkau lah yg Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana
Itulah cerita tentang dua raja yang sangat berlainan satu sama lain dalam hal tabiatnya hidup didunia. Dalam kehidupan kita, kita sering berburuk sangka saat terjadi suatu peristiwa yang melanda kehidupan kita, kita sering mengira Allah tidak pernah menuruti apa yang kita doakan, atau Allah tidak memberikan jalan yang ingin kita jalani. Padahal Allah SELALU memberikan yang terbaik untuk umatnya, untuk seluruh makhluk ciptaanNya didunia ini. Semua telah di atur olehNya sebagai takdir yang terbaik untuk kita. Untuk itu berbaik sangkalah kita terhadap Pencipta kita, berdoalah dengan khusyu’ dan bersabar menunggu balasan dari Allah.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya (Al-Baqarah: 286)
Semoga bermanfaat

sumber; http://oryza91.blog.ugm.ac.id
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mbakenz - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template